Monday, October 10, 2011

Manfaat Vitamin A dan Tanda-Tanda Kekurangan Vitamin A.


Agar anak dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal dibutuhkan antara lain adalah vitamin. Vitamin-vitamin ini selain dapat diperoleh dari makanan dapat juga diperoleh melalui suplemen-suplemen yang mengandung vitamin. Salah satu jenis vitamin yang dibutuhkan adalah vitamin A atau yang disebut juga retinol. Vitamin A berfungsi antara lain menjaga kelembaban dan kejernihan selaput lendir, memungkinkan mata dapat melihat dengan baik dalam keadaan kurang cahaya (sore atau senja hari), serta pada ibu nifas akan meningkatkan mutu vitamin A dalam ASI, sehingga bayi akan mendapatkan vitamin A yang cukup dari ASI.
Vitamin A dapat diperoleh pada minyak hati ikan, kuning telur, mentega, krim dan margarin yang telah diperkaya dengan vitamin A. Sedangkan provitamin A dapat diperoleh dari sayur-sayuran berdaun hijau gelap dan buah-buahan berwarna kuning atau merah serta minyak kelapa.
Akibat dari kekurangan vitamin A ini bermacam-macam antara lain terhambatnya pertumbuhan, gangguan pada kemampuan mata dalam menerima cahaya,� kelainan-kelainan pada mata seperti xerosis dan xerophthalmia, serta meningkatnya kemungkinan menderita penyakit infeksi. Bahkan pada anak yang mengalami kekurangan vitamin A berat angka kematian meningkat sampai 50%.
Kekurangan vitamin A terjadi terutama karena kurangnya asupan vitamin A yang diperoleh dari makanan sehari-hari. Pada anak yang mengalami kekurangan energi dan protein, kekurangan vitamin A terjadi selain karena kurangnya asupan vitamin A itu sendiri juga karena penyimpanan dan transpor vitamin A pada tubuh yang terganggu.
Tanda-tanda khas pada mata karena kekurangan vitamin A dimulai dari rabun senja (XN) dimana penglihatan penderita akan menurun pada senja hari bahkan tidak dapat melihat dilingkungan yang kurang cahaya. Pada tahap ini penglihatan akan membaik dalam waktu 2-4 hari dengan pemberian kapsul vitamin A yang benar. Bila dibiarkan dapat berkembang menjadi xerosis konjungtiva (X1A). Selaput lendir atau bagian putih bola mata tampak kering, berkeriput, dan berubah warna menjadi kecoklatan dengan permukaan terlihat kasar dan kusam. Xerosis konjungtiva akan membaik dalam 2-3 hari dan kelainan pada mata akan menghilang dalam waktu 2 minggu dengan pemberian kapsul vitamin A yang benar. Bila tidak ditangani akan tampak bercak putih seperti busa sabun atau keju yang disebut bercak Bitot (X1B) terutama di daerah celah mata sisi luar. Pada keadaan berat akan tampak kekeringan pada seluruh permukaan konjungtiva atau bagian putih mata, serta konjungtiva tampak menebal, berlipat-lipat dan berkerut-kerut. Bila tidak segera diberi vitamin A, dapat terjadi kebutaan dalam waktu yang sangat cepat. Tetapi dengan pemberian kapsul vitamin A yang benar dan dengan pengobatan yang benar bercak Bitot akan membaik dalam 2-3 hari dan kelainan pada mata akan menghilang dalam 2 minggu. Tahap selanjutnya bila tidak ditangani akan terjadi xerosis kornea (X2) dimana kekeringan akan berlanjut sampai kornea atau bagian hitam mata. Kornea tampak suram dan kering dan permukaannya tampak kasar. Keadaan umum anak biasanya buruk dan mengalami gizi buruk, menderita penyakit campak, ISPA, diare. Pemberian kapsul vitamin A dan pengobatan akan menyebabkan keadaan kornea membaik setelah 2-5 hari dan kelainan mata sembuh setelah 2-3 minggu. Bila tahap ini berlanjut terus dan tidak segera diobati akan terjadi keratomalasia (X3A) atau kornea melunak seperti bubur dan ulserasi kornea (X3B) atau perlukaan. Selain itu keadaan umum penderita sangat buruk. Pada tahap ini kornea dapat pecah. Kebutaan yang terjadi bila sudah mencapai tahap ini tidak bisa disembuhkan. Selanjutnya akan terjadi jaringan parut pada kornea yang disebut xeroftalmia scars (XS) sehingga kornea mata tampak menjadi putih atau bola mata tampak mengempis.
Kelompok umur yang terutama mudah mengalami kekurangan vitamin A adalah kelompok bayi usia 6-11 bulan dan kelompok anak balita usia 12-59 bulan (1-5 tahun). Sedangkan yang lebih beresiko menderita kekurangan vitamin A adalah bayi berat lahir rendah kurang dari 2,5 kg, anak yang tidak mendapat ASI eksklusif dan tidak diberi ASI sampai usia 2 tahun, anak yang tidak mendapat makanan pendamping ASI yang cukup, baik mutu maupun jumlahnya, anak kurang gizi atau di bawah garis merah pada KMS, anak yang menderita penyakit infeksi (campak, diare, TBC, pneumonia) dan kecacingan, anak dari keluarga miskin, anak yang tinggal di dareah dengan sumber vitamin A yang kurang, anak yang tidak pernah mendapat kapsul vitamin A dan imunisasi di Posyandu maupun Puskesmas, serta anak yang kurang/jarang makan makanan sumber vitamin A.
Memperhatikan akibat kekurangan vitamin A seperti yang telah disebutkan di atas maka untuk mencegah terjadinya kekurangan vitamin A di Posyandu atau Puskesmas pada setiap bulan Februari dan Agustus seluruh bayi usia 6-11 bulan, harus mendapat 1 kapsul vitamin A biru dan seluruh anak balita usia 12-59 bulan mendapat kapsul vitamin A warna merah. Sedangkan untuk ibu nifas sampai 30 hari setelah melahirkan mendapat 1 kapsul vitamin A warna merah.
Untuk mengobati anak dengan gejala buta senja (XN) hingga xerosis kornea (X2), dimana penglihatan masih dapat disembuhkan, diberikan kapsul vitamin A pada hari pertama pengobatan sebanyak � (50.000 SI) kapsul biru untuk bayi berusia kurang atau sama dengan 5 bulan, 1 kapsul biru (100.000 SI) untuk bayi berusia 6 sampai 11 bulan� atau 1 kapsul merah (200.000 SI) untuk anak 12-59 bulan. Pada hari kedua diberikan 1 kapsul vitamin A sesuai umur dan dua minggu kemudian diberi lagi 1 kapsul vitamin A juga sesuai umur.
sumber :http://www.pediatrik.com/isi03.php?page=html&hkategori=Tips%20-%20Tips&direktori=tips&filepdf=0&pdf=&html=20060220-sytjk0-tips.htm

Periksa Kesehatan TULANG

Ayo Ayah dan Bunda Kita ceck KESEHATAN TULANG KITA di  ANLENE SCAN the NATION


Tuesday, October 4, 2011

Ciri-ciri Fisik Anak Indigo, Adakah Pada Anak Anda?


Beberapa tulisan dan buku yang membahas mengenai anak Indigo hanya mengemukakan ciri-ciri perilaku dan kejiwaannya saja, dan tidak ada yang secara spesifik menjelaskan ciri-ciri fisiknya. Apakah ciri-ciri fisik anak Indigo itu, yang membedakannya dengan anak-anak pada umumnya, memang ada?

Berbicara mengenai jiwa dan gambaran perubahannya yang muncul pada fisik, pasti sudah banyak orang yang tahu. Bagaimana emosi, seperti marah, sedih, dan gembira akan tergambar pada perubahan raut wajah, atau gerakan bahasa tubuh lainnya.
Emosi yang terjadi secara berulang-ulang dalam jangka waktu yang lama bisa membuat suatu perubahan yang menetap pada roman muka dan tampilan fisik lainnya. Orang yang berkarakter jahat, sebagai contoh, seperti narapidana kambuhan, preman atau orang yang dalam kehidupannya sehari-hari selalu bergelut dengan dunia kejahatan, akan tergambarkan pada wajahnya dengan jelas. Begitu juga dengan orang yang berkarakter baik, seperti orang yang penolong, dermawan, baik hati, wajahnya akan tampak menyenangkan, teduh dan memberikan ketenangan apabila dipandang.
Pemahaman itulah yang digunakan dalam pembuatan karakter tokoh film atau animasi kartun, di mana seorang penjahat divisualisasikan dengan muka yang bengis, sorot mata kejam, jarang tersenyum, sedangkan seorang pemuka agama bermuka bersih bercahaya, seorang penegak hukum dengan wajah tegas, dan lain sebagainya.

Ciri-ciri fisik sejak lahir, anak-anak hingga dewasa
Anak Indigo terlahir dengan jiwa yang tua, atau tingkat kedewasaan dini pada usia sangat muda atau anak-anak. Sebagian anak Indigo bahkan memperlihatkan pertumbuhan jiwa yang luar biasa sejak usia bayi, seperti kemampuan berpikir analitik dalam memahami fungsi benda-benda, menilai karakter orang dewasa, mengungkapkan maksud hatinya kepada orang di sekitarnya, dan lain sebagainya. Pengaruh perkembangan jiwa yang terlalu cepat itu juga tampak pada pertumbuhan fisik seperti gigi yang muncul lebih cepat, dan kemampuan motorik seperti berjalan dan berbicara yang lebih dulu dari bayi pada umumnya.
Karena kemampuan anak Indigo terletak pada kekuatan jiwanya, maka bentuk fisik secara spesifik banyak terdapat di bagian kepalanya. Ciri yang khas adalah bentuk kepala yang sedikit agak lebih besar dari bayi atau anak-anak pada umumnya, terutama pada bagian lingkar kepala, dan dahi serta kening yang lebih lebar.
Kuantitas otak anak Indigo biasanya lebih besar disebabkan penggunaannya relatif lebih sering sejak usia dini tadi. Mereka berpikir dan menganalisa setiap apa yang dilihat, didengar atau dirasakannya. 
Pelebaran pada lingkar kepala menunjukkan penggunaan kemampuan telepati, pada kening adalah analitik, sedangkan dahi adalah visualisasi dan imajinasi citra-citra supranatural.
Bentuk daun telinga pun mempunyai bentuk yang sedikit lebih keluar dari kepala, memanjang pada bagian ujung atas, dan agak menekuk ke atas pada bagian cuping bawah. Lebih kuatnya “insting reptil” merupakan sebab kemunculan ciri binatang yang tergambar pada bentuk daun telinga ini.
Begitu juga dengan mata, terutama tatapan mata yang sangat tajam dan dalam, dengan bagian pupil atau orang-orangan mata yang lebih besar, sehingga tampak hanya tersisa sedikit ruang untuk warna putih mata. Pandangan mata anak Indigo bertolak belakang dengan pandangan mata anak autis. Kalau anak autis tidak bisa menatap mata orang lain, atau tidak bisa berkonsentrasi pada satu titik dalam waktu yang lama, sedangkan anak Indigo sebaliknya, mereka dengan berani menatap – sambil menganalisa karakter – orang dewasa di depan mereka, dan tingkat konsentrasinya terhadap sesuatu sangat tinggi untuk ukuran mereka. Sedangkan orang-orangan mata yang lebih besar menunjukkan kemampuan melihat makhluk gaib dan hal-hal yang tersembunyi lainnya dari dimensi-dimensi lain. Selain itu ada sebagian anak Indigo yang terlahir dengan mata agak sedikit jereng, baik ke tengah – ke arah hidung – atau ke luar.
Susunan gigi-geligi mereka biasanya terlihat rapi dan bagus, dan terasa sangat tajam apabila anda merasakan gigitannya. Pada usia bayi ketika mulai tumbuh satu dua gigi, mereka cenderung melakukan kegiatan gigit-menggigit yang lebih sering dan intensif.
Ada semacam tanda aneh yang mungkin ditemukan pada saat kelahirannya – dan mungkin terbawa sampai usia beberapa tahun. Tanda itu terdapat di dahi, di antara kedua mata, sedikit agak di atasnya. Tanda yang pada sebagian anak Indigo terlihat cukup jelas seperti bekas pukulan yang membekas dalam dengan warna agak gelap samar. Tanda ini seperti “mata ketiga” yang menampakkan dirinya secara fisik.
Demikianlah sedikit pengetahuan saya tentang ciri-ciri fisik anak Indigo, yang mungkin bisa membantu para orang tua dalam mengenali keindigoan pada anak-anak mereka, terutama sejak usia bayi (balita) hingga usia anak-anak. Ciri-ciri tersebut di atas bisa saja akan bertahan hingga usia dewasa, namun biasanya akan mengalami penurunan atau peningkatan sesuai perubahan perilaku dan emosi jiwa. Namun secara umum, ukuran kepala yang lebih besar, bentuk daun telinga, dahi dan kening yang lebar, dan tatapan mata akan bertahan hingga usia dewasa.

5 Jenis Makanan Buat Ibu Menyusui



Menyusui memang merupakan salah satu hal penting yang baik untuk tumbuh kembang anak, untuk itu, sebagai ibu, anda juga perlu untuk mengetahui makanan manakah yang sebaiknya anda konsumsi saat menyusui.
Untuk mempertahankan pasokan air susu ibu yang cukup dan membantu bayi tumbuh dengan baik, Anda perlu mengonsumsi variasi makanan. Buah-buahan, sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan dan ikan adalah makanan sehat yang mengandung vitamin dan mineral penting bagi pertumbuhan bayi.
Menyantap makanan sehat saat menyusui juga meningkatkan energi dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh tak hanya untuk sang ibu, tapi juga bayi. Seperti dikutip dari laman ModernMom, berikut makanan sehat yang bisa meningkatkan pasokan ASI:

Sayur-sayuran
Sayuran adalah sumber besar vitamin dan mineral. Sayuran adalah sumber utama dari besi, serat, folat, beta-karoten, vitamin C, likopen, flavonoid dan beta-glukan. Mengonsumsi makanan kaya zat besi membantu mempertahankan tingkat energi Anda dan dapat mencegah anemia.
Folat atau asam folat sangat penting dalam pembentukan sel darah merah. Jika Anda ingin mengonsumsi sayuran mentah coba bayam, selada, tomat, ketimun dan jamur. Jika Anda memilih sayuran yang dimasak, coba kacang polong, jagung, dan kale. Anda harus makan 3-5 porsi sayuran setiap hari.

Buah-buahan
Buah bisa menjadi camilan sehat untuk ibu menyusui. Buah yang sehat adalah buah segar yang bisa dikonsumsi sebagai makanan ringan atau selingan sebelum dan sesudah makan berat. Banyak buah mengandung vitamin A, B, K dan C.
Vitamin C diperlukan untuk membangun sistem kekebalan tubuh untuk Anda dan bayi. Hal ini juga membantu tubuh menyerap zat besi. Blackberry, blueberry, boysenberries dan stroberi mengandung antioksidan dan serat dalam jumlah tinggi. Buah dapat dimakan dalam keadaan alami, beku atau dijus. Anda perlu makan 3-5 porsi buah setiap hari.

Gandum
Seluruh butir gandum utuh mengandung gizi berlimpah. Seluruh butir gandum sehat adalah sumber vitamin B dan E, selenium, kalium, folat, protein dan zat besi. Seluruh butir utuh gandum lebih sehat daripada butiran halus karena mengandung nutrisi paling banyak dan serat alami, sementara butiran halus gizinya bisa hilang saat proses penggilingan. Gamdum utuh bisa diperoleh dari oatmeal, roti gandum, quinoa, bulgar, beras merah, dan barley.

Kacang-kacangan
Kacang mengandung protein yang baik. Kacang mengandung banyak protein dan merupakan sumber lemak yang baik dan sehat untuk diet. Protein penting karena menghasilkan dan memperbaiki sel-sel penting dalam tubuh.
Kacang-kacangan juga mengandung vitamin B, E, C, folat, kalium, kalsium, magnesium dan fosfor. Kalsium yang cukup diperlukan untuk membangun tulang yang sehat dan gigi yang kuat. Kacang Sehat untuk camilan termasuk kenari, kacang pinus, kemiri, hazelnut, kacang Brasil dan pistachio.

Ikan
Makanan ini tinggi asam lemak omega-3 yang penting bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi. Namun, menurut Environmental Protection Agency (EPA), AS, ibu menyusui tidak disarankan mengonsumsi ikan hiu, ikan todak, makarel Raja, atau ikan ubin karena tingkat tinggi merkuri. Ikan lain umumnya aman dikonsumsi sampai 12 ons seminggu . Ikan yang mengandung rendah-merkuri termasuk, salmon dan ikan patin.

asuk,b �mn@�D �A patin.

Monday, October 3, 2011

Ceker Ayam Dan Khasiat sejak di Kandungan


Ceker ayam ternyata kaya akan zat gizi yang dibutuhkan manusia, sejak masih dalam kandungan sampai usia lanjut. Komposisi zat gizi yang ada sangat kaya protein, mineral, omega-3 dan omega-6, serta rendah lemak.

Jika dihadapkan pada seekor ayam bakar, bagian mana yang paling Anda sukai?Jawabannya sangat bervariasi, tergantung individunya. Namun, dapat dipastikan jawaban akan berada di tiga pilihan utama, yaitu bagian dada, paha, atau sayap. Sebagian lainnya sangat menyukai bagian punggung, leher dan kepala, kulit atau jeroan (hati, ampela, usus).

Tidak banyak orang yang menyukai bagian ceker. Alasannya bermacam-macam, seperti rasanya tidak enak, teksturnya keras, tulangnya banyak, atau karena alasan jijik. Tidak menyukai ceker karena alasan jijik cukup masuk akal.

Ceker adalah bagian dari tubuh ayam yang berhubungan langsung dengan benda-benda kotor. Meski demikian, tanpa ceker, ayam tidak mungkin jadi gemuk untuk diambil dagingnya. Bahkan, konstruksi bangunan dengan sistem cakar ayam sesungguhnya idenya diadopsi dari ceker ayam.

Sepasang ceker yang kurus dan tampak rapuh, ternyata mampu mendukung kokohnya badan ayam yang melebar ke samping, tidak lurus seperti manusia. Bukan hanya itu, sepasang ceker juga menjadi modal utama seekor ayam untuk bertahan hidup, berlari, bertarung, menarik lawan jenis, dan menafkahi anak-anaknya.

Dengan demikian, patut kita curiga akan keberadaan zat-zat tertentu pada ceker ayam yang mejadikannya begitu istimewa. Keistimewaan itu pula yang menyebabkan ceker ayam sering dimanfaatkan dalam pembuatan bubur atau sup untuk bayi dan anak balita. Belakangan ini, orang hamil dan orang dewasa pun sangat dianjurkan untuk mengonsumsi ceker ayam.

Ada apa sesungguhnya dengan ceker ayam?

Sumber protein

Komposisi gizi per 100 gram ceker ayam dapat dilihat pada tabel. Ceker ayam mengandung protein dalam jumlah yang lebih besar dibandingkan dengan kandungan lemak dan karbohidratnya, masing-masing sebanyak 19, 8, dan 0,4 gram per 100 gram ceker. Keberadaan protein yang cukup tinggi tersebut memberikan indikasi bahwa ceker ayam sangat bagus untuk dikonsumsi oleh anak-anak yang sedang mengalami proses tumbuh kembang.

Komposisi zat gizi per 100 gram ceker ayam
 Zat gizi Jumlah 
 Energi (kkal) 150
 Protein (g) 19
 Karbohidrat (g) 0,4
 Lemak (g) 8
 Vitamin A (IU) 100
 Asam folat (mkg) 86
 Kolin (mg) 13
 Kalsium (mg) 88
 Fosfor (mg) 83
 Asam lemak omega-3 (mg) 187
 Asam lemak omega-6 (mg) 2.571
Sumber: www.nutritiondara.com (2008)

Fungsi protein antara lain untuk: (1) Membangun jaringan tubuh yang baru dan mengganti jaringan yang rusak; (2) Merupakan sumber energi yang penting bagi tubuh; (3) Menyusun hormon, enzim, dan substansi biologis lainnya, seperti antibodi dan hemoglobin.

Dengan demikian, pemenuhan terhadap kebutuhan protein merupakan hal yang sangat penting untuk mendukung kesehatan masyarakat luas.

Manfaat kolagen

Kolagen merupakan jenis protein yang banyak terdapat pada ceker ayam. Kolagen tersebar pada jaringan penghubung otot, sehingga sangat berperan penting dalam perkembangan dan kerja otot. Suatu kolagen akan terus berkembang menjadi kolagen-kolagen yang baru, sehingga pertumbuhan otot dapat berlangsung dengan semestinya.

Kolagen ceker ayam mempunyai kemampuan sebagai antihipertensi (dapat menurunkan tekanan darah). Hal ini dikarenakan kolagen dapat menurunkan kadar enzim renin, yaitu suatu enzim yang dapat mengubah angiotensinogen menjadi angiotensin I.

Selanjutnya angiotensin I akan diubah menjadi angiotensin II, suatu senyawa peptida penyebab hipertensi. Dengan demikian, terhambatnya kerja renin oleh kolagen, merupakan tahap awal dalam pencegahan hipertensi.

Kolagen juga dapat berperan sebagai antigen imunogenik. Antigen imunogenik merupakan komponen yang dapat merangsang sistem imun (kekebalan), sehingga tubuh mampu melawan virus, bakteri, dan benda asing lainnya yang dapat menimbulkan penyakit.

Tinggi Kandungan Omega-6 dan Omega-3

Bukan hanya ikan laut, ceker ayam juga kaya akan omega-3. Kandungan omega-3 dan omega-6 dalam ceker ayam cukup tinggi, masing-masing 187 mg dan 2.571 mg per 100 gramnya.

Omega-3 dan omega-6 merupakan golongan asam lemak tak jenuh ganda yang sangat penting bagi kesehatan tubuh. Menurut Sizer & Whitney (2008), peran omega-3 dan omega-6 bagi tubuh adalah untuk: (1) pertumbuhan otak; (2) rileksasi pembuluh darah, sehingga dapat mengurangi tekanan darah; (3) mendukung atau membantu sistem imunitas tubuh.

Walaupun tidak mengandung daging, ceker ternyata merupakan bagian dari tubuh ayam yang paling gurih. Ceker ayam terdiri atas komponen kulit, tulang, otot, dan kolagen.

Komponen-komponen inilah yang menyebabkan ceker berasa gurih dan kenyal. Jika dimasak, ceker akan mengeluarkan kaldu yang lebih pekat dan kental dibandingkan dengan kaldu dari bagian tulang lainnya.

Di luar dugaan, ceker ayam ternyata dapat diolah menjadi berbagai hidangan dengan berbagai bumbu. Ceker juga dapat dikombinasikan dengan bahan-bahan lain hingga menjadi suatu hidangan yang sensasional dan lezat.

Beberapa contoh olahan ceker ayam alam bentuk gulai, sup, tumis, bacem, gudeg, opor, pindang, dimsum, keripik, brongkos, pepes, sambal goreng, nasi goreng, soto, rendang, mi ayam, garang asem, kwetiau, sapo. Masih banyak lagi kreasi lainnya yang dapat dikembangkan sesuai dengan selera masing-masing.

Cara Memilih dan Memasak

1. Pilihlah ceker ayam dengan kondisi masih bagus, yaitu segar dan berwarna cerah, berkilap, tidak ada bagian yang cacat atau bersisik hitam. Pada saat dipegang, ceker tidak dalam keadaan lengket atau mengeluarkan aroma yang tidak sedap.

Ceker berwarna kemerahan yang dijual di supermarket bukan pertanda tidak segar, melainkan karena suhu dingin di dalam freezer. Setelah didiamkan pada suhu ruang, warna merah tersebut akan hilang dengan sendirinya.

2. Di pasaran, ceker ayam biasanya tersedia dalam dua bentuk, yaitu bentuk yang masih berkulit atau yang sudah dikupas kulitnya. Untuk pengupasan kulit, pertama-tama potong dulu ujung jari ayam yang masih berkuku.

Siram ceker ayam dengan air panas mendidih dan didiamkan selama 10-15 detik. Setelah itu, kulit dapat ditarik atau dikupas dengan bantuan pisau kecil yang tipis dan tajam. Jika direbus terlalu lama, ceker akan menjadi matang dan kulitnya sukar untuk dikupas.

3. Bila dikehendaki, kulit ceker yang sangat tipis tersebut dapat diolah menjadi kerupuk,, yaitu dicampur dengan sedikit tepung dan bumbu, kemudian digoreng hingga mekar. Kerupuk ceker rasanya sangat gurih, sehingga cocok dimakan bersama nasi, bubur ayam, gado-gado, atau sebagai teman minum teh dan kopi.

4. Ceker ayam dapat disimpan di dalam kulkas, baik dalam keadaan mentah maupun matang. Ceker mentah sebaiknya dibungkus dengan plastik sebelum disimpan beku dalam freezer.

Jika akan diolah, ceker dikeluarkan dari freezer dan dibiarkan mencair dengan sendirinya. Ceker matang dapat dibungkus derigan plastik atau wadah lain dan disimpan di dalam chiller.

5. Ceker ayam dapat dimasak dalam keadaan utuh atau dipotong-potong, tergantung selera. Jika ceker akan diolah dengan cara kering, yaitu digoreng atau tanpa kuah, disarankan dalam bentuk utuh. Jika akan diolah dengan cara berkuah, ceker sebaiknya dipotong menjadi tiga bagian agar mudah disantap.

6. Bila hendak mengambil kaldunya untuk pembuatan sup atau bubur bayi, ceker utuh sebaiknya diiris-iris dengan pisau, dipotong-potong, atau pukul-pukul hingga ceker memar. Agar kaldu tidak berbau amis, rebuslah ceker dengan menambahkan satu ruas jahe dan satu batang daun bawang.

7. Dibandingkan dengan bagian dagingnya, memasak ceker memerlukan waktu lebih lama. Ceker sebaiknya dimasak hingga benar-benar lunak, bila perlu harus dilakukan hingga bagian kulit terlepas dari tulangnya.

8. Bila hendak menggoreng ceker ayam, tiriskan ceker ayam yang telah direbus hingga bebas dari air yang menetes. Untuk mempercepat, bisa dikeringkan dengan bantuan kertas tisu. Setelah itu baru digoreng dengan api kecil.

Api yang besar akan membuat minyak mendidih dan menyebabkan ceker ayam bisa meletup setiap saat. Jangan lupa menutup wajan atau pancinya untuk menghindari letupan.

Oleh:
Prof.DR. Made Astawan
Ahli Teknologi Pangan dan Gizi
Sumber: Senior

Sunday, October 2, 2011

5 Barang Yang Dapat Mengancam Kesehatan


Bahaya yang mengancam kesehatan ternyata ada di dalam rumah Anda sendiri. Apa saja?
Siapa sangka, barang-barang di rumah kita bisa menjadi sumber penyakit yang berbahaya bagi kesehatan. Berikut daftar barang-barang tersebut, seperti yang dikutip dari Genius Beauty.
1. Talenan kayu. 
Hingga kini, benda ini masih menjadi barang yang selalu ada di dapur. Fungsinya sebagai tatakan saat memotong bahan-bahan mentah untuk di masak. Menurut John Oxford, peneliti dari Universitas London, sebuah talenan kayu dapat menyimpan ribuan bakteri penyebab penyakit. Sisa potongan makanan yang mengendap dapat membuat koloni bakteri baru dan mengendap di kayu. Bakteri tersebut akan menempel di setiap bahan makanan yang kita potong.
2. Talenan plastik
Seringkali digunakan untuk mengganti talenan kayu yang lebih tradisional. Tak semua talenan terbuat dari plastik yang aman. Bahan plastik bisa berbahaya jika tidak sengaja terkonsumsi. Pilihlah produk talenan plastik yang menjamin keamanan plastiknya. Jika Anda tak yakin, saat talenan sudah tergores, lebih baik ganti dengan yang baru.
3. Sikat gigi. 
Peneliti dari Universitas Manchester mengungkap bahwa sebanyak 10 juta bakteri bisa berkumpul di sikat gigi. Tak hanya itu, virus penyakit dan jamur bisa berkembang biak di sana. Para peneliti menyarankan Anda untuk mengganti sikat gigi 2-3 bulan sekali.
4. Handuk. 
Kondisinya kurang lebih sama dengan sikat gigi. Dan untuk menghilangkan bakteri yang berkumpul di dalamnya, perlu pemanasan hingga 90 derajat celcius.
5. Bantal. 
Bakteri yang berkumpul pada bantal bisa menyebabkan gangguan pernapasan, gatal-gatal dan demam. Professor Jean Amberline, dari British Society for Allergy menyarankan untuk mengganti sarung bantal secara teratur, serta mengganti bantal setiap 2 tahun sekali.
Sumber : Yahoo.com

Kunyit berkhasiat untuk lindungi otak


Kunyit tak hanya membumbui masakan dan membawa aroma sedap dan warna menggiurkan. Sebuah temuan baru mengungkap manfaat kunyit bagi otak.
Kunyit untuk lindungi otak
Kunyit tidak hanya menambah cita rasa pada makanan, tetapi juga bermanfaat bagi kesehatan otak. Para peneliti menemukan bahwa rempah-rempah yang lazim digunakan sebagai bumbu ini mungkin mengandung senyawa yang dapat membantu mencegah penyakit syaraf.
Banyak sekali obat-obatan yang berasal dari alam. Misalnya aspirin dan kina, keduanya berasal dari kulit pohon, sementara digitalis, obat jantung, berasal dari bunga. Peneliti Dave Schubert dari Salk Institute di San Diego meneliti kunyit, rempah-rempah yang umum digunakan, terutama di Asia Selatan dan Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
“Jika Anda melihat epidemiologi Alzheimer di India, dan dibandingkan dengan negara-negara lain, India memiliki tingkat Alzheimer yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan negara lain,” kata Schubert.
Curcumin diyakini memberi perlindungan pada otak. Curcumin diyakini memberi perlindungan pada otak.
Ia dan peneliti lain yakin salah satu penyebabnya adalah mengkonsumsi kunyit mungkin memiliki efek perlindungan pada otak dan sistem syaraf. Dugaan ini tidak mudah untuk dibuktikan, tapi Schubert mulai dengan meneliti beberapa senyawa dari rempah-rempah itu. Ia menemukan bahwa setidaknya satu senyawa, curcumin, memiliki efek melidungi sel-sel otak hewan laboratorium dengan cedera neurologis.
Curcumin tidak secara langsung bekerja pada otak, tetapi lebih kepada melindungi sejumlah bagian tubuh, cara kerja khas dari obat-obatan yang berasal dari alam.
“Kunyit adalah antioksidan, berfungsi mencegah peradangan,” kata Schubert. “Jadi, mungkin kunyit tidak serta-merta menunjukkan efek, melainkan bersifat aditif atau berdampak tidak langsung.”
Schubert yakin mungkin curcumin dan senyawa lainnya dari kunyit bisa digunakan untuk benar-benar melindungi otak dari cedera otak traumatis, stroke atau bahkan Alzheimer.
“Idenya adalah memberikan obat seperti curcumin atau yang lainnya sebelum orang terkena gegar otak dan luka-luka lain, dan obat-obatan itu mungkin bisa mencegah atau mengurangi efek luka-luka itu,” kata Schubert. “Jad,i pencegahan tentu merupakan aspek utama.”
Schubert telah bekerjasama dengan sejumlah ilmuwan di beberapa laboratorium, dan mereka memiliki beberapa makalah penelitian yang sudah diterbitkan. Ia berusaha menarik minat industri obat dan militer untuk diajak bekerjsama dalam menciptakan obat dari kunyit. Sementara itu, katanya, tentu tidak ada salahnya untuk terus menambahkan kunyit dalam masakan Anda.
Sumber : VOA Indonesia