Monday, October 31, 2011

HALAMAN FOTO ANAK BALI

BUAT PARA PENDUKUNG VOTING LOMBA FOTO BINTANG ANMUM BALI



HALAMAN FOTO ANAK BEKASI

BUAT PARA PENDUKUNG VOTING LOMBA FOTO BINTANG ANMUM KOTA BEKASI



Thursday, October 20, 2011

FACEBOOK LOMBA FOTO BINTANG ANMUM


Peserta  Facebook Lomba Foto Bintang Anmum, adalah para peserta LOMBA BINTANG ANMUM yang diadakan di 17 KOTA dan mereka-mereka yang telah mendapatkan UNIQUE NUMBER sebagai ID pada saat UP LOAD foto SI KECIL di Wall www.facebook.com/lombafotobintanganmum

UNTUK MENGETAHUI 17 KOTA DIADAKANNYA LOMBA BINTANG ANMUM BISA DILIHAT DI ARTIKEL BULAN SEPTEMBER 2011 "LOMBA BINTANG ANMUM 6"  http://ohbalitaku.blogspot.com/2011/09/bintang-anmum-6.html PADA BLOG INI.




Wednesday, October 12, 2011

Mengatasi Mual Kehamilan Muda


Jakarta | Minggu, 9 Oct 2011
Suci Dian Hayati
Ngidam adalah masa-masa sulit kebanyakan para ibu yang sedang hamil, konsumsi makanan asam belum cukup bila tidak sekaligus menjamin asupan nutrisi yang cukup bagi janin.

PADA awal kehamilan pertamanya, Lydia (27) terpaksa menghabiskan sebagian besar waktunya di kamar. Berbagai camilan seperti kacang-kacangan, buah segar atau manisan buah, tersusun rapi di sebuah meja sudut kamarnya. Suhu kamar pun tidak boleh di atas 25 derajat Celsius. Pasalnya, gerah sedikit saja ember kecil di bawah tempat tidurnya akan penuh dengan muntahan isi perutnya.
"Sebenarnya bosan, Mbak. Tapi, daripada saya muntah terus, badan lemas, kasihan jugababy-nya gak ada asupan nutrisi apalagi gizi," katanya saat ditemui Jurnal Nasional, Minggu (2/10) lalu.
Lydia menceritakan bagaimana ia sama sekali tidak bisa mencium bau amis ikan, bahkan bau nasi yang tanak pun mengganggunya. Ia juga tidak bisa merasa gerah. Makan sedikit, lima menit kemudian sudah keluar lagi (muntah). Bahkan, ia sempat muntah hebat saat tengah salat.
"Aduh, lelah sekali deh. Sudah kayak kran air saja. Kebuka dikit langsung brurr.... Akhirnya ya begini, disuruh bedrest total sama dokter kandungan, karena ternyata sedikit mengganggu perkembangan si bayi," katanya.
Ia pun berharap dua atau tiga bulan ke depan, fase muntah-muntah ini tidak lagi dialaminya. Menurut Dr Prima Progestian SpOG, sebagian besar wanita hamil akan melalui fase rasa mual di trisemester awal kehamilannya yakni 0-12 minggu. Penyebabnya bisa berbagai hal, tetapi dunia kedokteran yakin peningkatan sejumlah hormon saat hamil seperti estrogen, progesteron, dan HCG (Human Chorionic Growth) penyebab utama munculnya rasa mual dan muntah-muntah itu.
Uniknya meski memicu terjadinya mual-mual, peningkatan hormon tersebut khususnya progesteron ternyata berfungsi untuk menguatkan dan mempertahankan kehamilan. Tetapi, tetap saja ibu hamil harus waspada ketika rasa mual yang diikuti muntah-muntah itu dirasa sudah sangat berlebihan. Sehingga ibu hamil menjadi sangat lemas dan terserang dehidrasi hingga ketidakseimbangan elektrolit.
"Mual yang berlebihan dapat mengakibatkan kurangnya asupan gizi yang masuk ke tubuh ibu, dan akhirnya bisa memengaruhi perkembangan awal janin yang dikandung," kata Prima.
Tentu saja, tidak ada ibu hamil yang berharap janinnya tumbuh dengan tidak normal karena kekurangan nutrisi. Itulah mengapa ibu hamil harus pintar dan cerdik mencari tahu cara yang cocok baginya untuk menghentikan rasa mual yang berlebihan.
Mengonsumsi mangga muda mengkal (belum cukup matang), dipercayai masyarakat bisa mengatasi rasa mual yang berlebihan. Sayangnya, bagi ibu hamil yang catatan kesehatannya memiliki maag akut, maka mengonsumsi mangga hanya akan memicu ia semakin sering muntah. Selain itu, konsumsi permen jahe atau air jahe juga diyakini bisa mengurangi rasa mual. Bahkan, lebih menyehatkan karena tubuh sang ibu ikut menjadi hangat.
Menurut Dr Indah Fauziah SpOG dari Rumah Sakit Kramat 128 Jakarta, rasa mual juga menjadi pertanda bahwa sang ibu tengah dehidrasi. Untuk itu ia menyarankan agar sang ibu memperbanyak konsumsi cairan selama fase mual dan muntah-muntah.
"Memang tidak semua ibu hamil akan mual-mual, itu berkah. Tetapi, bagi mereka yang terus merasa mual lebih dari trisemester awal kehamilan bahkan sepanjang kehamilan, harap segera berkonsultasi ke dokter. Karena itu bertanda ada yang salah," ujar Dr Indah, Selasa (4/10).
Selain berupaya mengurangi rasa mual, menurut Prima yang terpenting adalah segera mengganti nutrisi dan cairan yang keluar saat muntah. Karena saat hamil, tubuh ibu membutuhkan jumlah energi yang lebih dari normal dan asupan gizi yang lebih untuk digunakan sang bayi saat berkembang di kandungan.
"Memberikan nutrisi yang cukup, lengkap dan rasanya disukai oleh ibu hamil bisa menjadi salah satu solusi. Salah satunya dengan mengonsumsi susu," katanya.
Susu memiliki keunggulan tersendiri jika dibandingkan makanan lainnya. Salah satunya selain mudah untuk disiapkan, susu juga mengandung banyak jenis gizi termasuk asam folat dan kolin yang penting untuk perkembangan awal otak bayi. Bahkan, bagi ibu hamil yang kesulitan minum susu karena dapat memicu rasa mual, PT Fonterra Brands Indonesia meluncurkan produk barunya yakni Anmum Materna Vanilla Mango.
"Produk terbaru ini memiliki keunggulan lebih jika dibandingkan dengan varian susu lainnya. Yakni memiliki persentase angka kecukupan gizi folat yang lebih dibandingkan varian susu sebelumnya," ujar Medical Marketing Manager PT Fortera Brands Indonesia Dr Muliaman Mansyur, yang ditemui saat acara peluncuran Anmum Materna varian rasa terbaru di Jakarta, Minggu (2/10).
Selain itu, rasa vanila manggo diharapkan bisa membantu para ibu hamil dalam mengatasi rasa mualnya. "Rasa baru ini disesuaikan dengan kecenderungan para ibu hamil yang ngidam buah mangga muda karena dipercaya bisa mengurangi rasa mual. Jadi kita tidak sekadar menginginkan rasa mual teratasi, tetapi asupan gizi sang ibu juga harus terpenuhi. Tentu saja untuk janin yang lebih sehat," ujarnya.
***
Suci Dian H

Monday, October 10, 2011

Manfaat Vitamin A dan Tanda-Tanda Kekurangan Vitamin A.


Agar anak dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal dibutuhkan antara lain adalah vitamin. Vitamin-vitamin ini selain dapat diperoleh dari makanan dapat juga diperoleh melalui suplemen-suplemen yang mengandung vitamin. Salah satu jenis vitamin yang dibutuhkan adalah vitamin A atau yang disebut juga retinol. Vitamin A berfungsi antara lain menjaga kelembaban dan kejernihan selaput lendir, memungkinkan mata dapat melihat dengan baik dalam keadaan kurang cahaya (sore atau senja hari), serta pada ibu nifas akan meningkatkan mutu vitamin A dalam ASI, sehingga bayi akan mendapatkan vitamin A yang cukup dari ASI.
Vitamin A dapat diperoleh pada minyak hati ikan, kuning telur, mentega, krim dan margarin yang telah diperkaya dengan vitamin A. Sedangkan provitamin A dapat diperoleh dari sayur-sayuran berdaun hijau gelap dan buah-buahan berwarna kuning atau merah serta minyak kelapa.
Akibat dari kekurangan vitamin A ini bermacam-macam antara lain terhambatnya pertumbuhan, gangguan pada kemampuan mata dalam menerima cahaya,� kelainan-kelainan pada mata seperti xerosis dan xerophthalmia, serta meningkatnya kemungkinan menderita penyakit infeksi. Bahkan pada anak yang mengalami kekurangan vitamin A berat angka kematian meningkat sampai 50%.
Kekurangan vitamin A terjadi terutama karena kurangnya asupan vitamin A yang diperoleh dari makanan sehari-hari. Pada anak yang mengalami kekurangan energi dan protein, kekurangan vitamin A terjadi selain karena kurangnya asupan vitamin A itu sendiri juga karena penyimpanan dan transpor vitamin A pada tubuh yang terganggu.
Tanda-tanda khas pada mata karena kekurangan vitamin A dimulai dari rabun senja (XN) dimana penglihatan penderita akan menurun pada senja hari bahkan tidak dapat melihat dilingkungan yang kurang cahaya. Pada tahap ini penglihatan akan membaik dalam waktu 2-4 hari dengan pemberian kapsul vitamin A yang benar. Bila dibiarkan dapat berkembang menjadi xerosis konjungtiva (X1A). Selaput lendir atau bagian putih bola mata tampak kering, berkeriput, dan berubah warna menjadi kecoklatan dengan permukaan terlihat kasar dan kusam. Xerosis konjungtiva akan membaik dalam 2-3 hari dan kelainan pada mata akan menghilang dalam waktu 2 minggu dengan pemberian kapsul vitamin A yang benar. Bila tidak ditangani akan tampak bercak putih seperti busa sabun atau keju yang disebut bercak Bitot (X1B) terutama di daerah celah mata sisi luar. Pada keadaan berat akan tampak kekeringan pada seluruh permukaan konjungtiva atau bagian putih mata, serta konjungtiva tampak menebal, berlipat-lipat dan berkerut-kerut. Bila tidak segera diberi vitamin A, dapat terjadi kebutaan dalam waktu yang sangat cepat. Tetapi dengan pemberian kapsul vitamin A yang benar dan dengan pengobatan yang benar bercak Bitot akan membaik dalam 2-3 hari dan kelainan pada mata akan menghilang dalam 2 minggu. Tahap selanjutnya bila tidak ditangani akan terjadi xerosis kornea (X2) dimana kekeringan akan berlanjut sampai kornea atau bagian hitam mata. Kornea tampak suram dan kering dan permukaannya tampak kasar. Keadaan umum anak biasanya buruk dan mengalami gizi buruk, menderita penyakit campak, ISPA, diare. Pemberian kapsul vitamin A dan pengobatan akan menyebabkan keadaan kornea membaik setelah 2-5 hari dan kelainan mata sembuh setelah 2-3 minggu. Bila tahap ini berlanjut terus dan tidak segera diobati akan terjadi keratomalasia (X3A) atau kornea melunak seperti bubur dan ulserasi kornea (X3B) atau perlukaan. Selain itu keadaan umum penderita sangat buruk. Pada tahap ini kornea dapat pecah. Kebutaan yang terjadi bila sudah mencapai tahap ini tidak bisa disembuhkan. Selanjutnya akan terjadi jaringan parut pada kornea yang disebut xeroftalmia scars (XS) sehingga kornea mata tampak menjadi putih atau bola mata tampak mengempis.
Kelompok umur yang terutama mudah mengalami kekurangan vitamin A adalah kelompok bayi usia 6-11 bulan dan kelompok anak balita usia 12-59 bulan (1-5 tahun). Sedangkan yang lebih beresiko menderita kekurangan vitamin A adalah bayi berat lahir rendah kurang dari 2,5 kg, anak yang tidak mendapat ASI eksklusif dan tidak diberi ASI sampai usia 2 tahun, anak yang tidak mendapat makanan pendamping ASI yang cukup, baik mutu maupun jumlahnya, anak kurang gizi atau di bawah garis merah pada KMS, anak yang menderita penyakit infeksi (campak, diare, TBC, pneumonia) dan kecacingan, anak dari keluarga miskin, anak yang tinggal di dareah dengan sumber vitamin A yang kurang, anak yang tidak pernah mendapat kapsul vitamin A dan imunisasi di Posyandu maupun Puskesmas, serta anak yang kurang/jarang makan makanan sumber vitamin A.
Memperhatikan akibat kekurangan vitamin A seperti yang telah disebutkan di atas maka untuk mencegah terjadinya kekurangan vitamin A di Posyandu atau Puskesmas pada setiap bulan Februari dan Agustus seluruh bayi usia 6-11 bulan, harus mendapat 1 kapsul vitamin A biru dan seluruh anak balita usia 12-59 bulan mendapat kapsul vitamin A warna merah. Sedangkan untuk ibu nifas sampai 30 hari setelah melahirkan mendapat 1 kapsul vitamin A warna merah.
Untuk mengobati anak dengan gejala buta senja (XN) hingga xerosis kornea (X2), dimana penglihatan masih dapat disembuhkan, diberikan kapsul vitamin A pada hari pertama pengobatan sebanyak � (50.000 SI) kapsul biru untuk bayi berusia kurang atau sama dengan 5 bulan, 1 kapsul biru (100.000 SI) untuk bayi berusia 6 sampai 11 bulan� atau 1 kapsul merah (200.000 SI) untuk anak 12-59 bulan. Pada hari kedua diberikan 1 kapsul vitamin A sesuai umur dan dua minggu kemudian diberi lagi 1 kapsul vitamin A juga sesuai umur.
sumber :http://www.pediatrik.com/isi03.php?page=html&hkategori=Tips%20-%20Tips&direktori=tips&filepdf=0&pdf=&html=20060220-sytjk0-tips.htm

Periksa Kesehatan TULANG

Ayo Ayah dan Bunda Kita ceck KESEHATAN TULANG KITA di  ANLENE SCAN the NATION


Tuesday, October 4, 2011

Ciri-ciri Fisik Anak Indigo, Adakah Pada Anak Anda?


Beberapa tulisan dan buku yang membahas mengenai anak Indigo hanya mengemukakan ciri-ciri perilaku dan kejiwaannya saja, dan tidak ada yang secara spesifik menjelaskan ciri-ciri fisiknya. Apakah ciri-ciri fisik anak Indigo itu, yang membedakannya dengan anak-anak pada umumnya, memang ada?

Berbicara mengenai jiwa dan gambaran perubahannya yang muncul pada fisik, pasti sudah banyak orang yang tahu. Bagaimana emosi, seperti marah, sedih, dan gembira akan tergambar pada perubahan raut wajah, atau gerakan bahasa tubuh lainnya.
Emosi yang terjadi secara berulang-ulang dalam jangka waktu yang lama bisa membuat suatu perubahan yang menetap pada roman muka dan tampilan fisik lainnya. Orang yang berkarakter jahat, sebagai contoh, seperti narapidana kambuhan, preman atau orang yang dalam kehidupannya sehari-hari selalu bergelut dengan dunia kejahatan, akan tergambarkan pada wajahnya dengan jelas. Begitu juga dengan orang yang berkarakter baik, seperti orang yang penolong, dermawan, baik hati, wajahnya akan tampak menyenangkan, teduh dan memberikan ketenangan apabila dipandang.
Pemahaman itulah yang digunakan dalam pembuatan karakter tokoh film atau animasi kartun, di mana seorang penjahat divisualisasikan dengan muka yang bengis, sorot mata kejam, jarang tersenyum, sedangkan seorang pemuka agama bermuka bersih bercahaya, seorang penegak hukum dengan wajah tegas, dan lain sebagainya.

Ciri-ciri fisik sejak lahir, anak-anak hingga dewasa
Anak Indigo terlahir dengan jiwa yang tua, atau tingkat kedewasaan dini pada usia sangat muda atau anak-anak. Sebagian anak Indigo bahkan memperlihatkan pertumbuhan jiwa yang luar biasa sejak usia bayi, seperti kemampuan berpikir analitik dalam memahami fungsi benda-benda, menilai karakter orang dewasa, mengungkapkan maksud hatinya kepada orang di sekitarnya, dan lain sebagainya. Pengaruh perkembangan jiwa yang terlalu cepat itu juga tampak pada pertumbuhan fisik seperti gigi yang muncul lebih cepat, dan kemampuan motorik seperti berjalan dan berbicara yang lebih dulu dari bayi pada umumnya.
Karena kemampuan anak Indigo terletak pada kekuatan jiwanya, maka bentuk fisik secara spesifik banyak terdapat di bagian kepalanya. Ciri yang khas adalah bentuk kepala yang sedikit agak lebih besar dari bayi atau anak-anak pada umumnya, terutama pada bagian lingkar kepala, dan dahi serta kening yang lebih lebar.
Kuantitas otak anak Indigo biasanya lebih besar disebabkan penggunaannya relatif lebih sering sejak usia dini tadi. Mereka berpikir dan menganalisa setiap apa yang dilihat, didengar atau dirasakannya. 
Pelebaran pada lingkar kepala menunjukkan penggunaan kemampuan telepati, pada kening adalah analitik, sedangkan dahi adalah visualisasi dan imajinasi citra-citra supranatural.
Bentuk daun telinga pun mempunyai bentuk yang sedikit lebih keluar dari kepala, memanjang pada bagian ujung atas, dan agak menekuk ke atas pada bagian cuping bawah. Lebih kuatnya “insting reptil” merupakan sebab kemunculan ciri binatang yang tergambar pada bentuk daun telinga ini.
Begitu juga dengan mata, terutama tatapan mata yang sangat tajam dan dalam, dengan bagian pupil atau orang-orangan mata yang lebih besar, sehingga tampak hanya tersisa sedikit ruang untuk warna putih mata. Pandangan mata anak Indigo bertolak belakang dengan pandangan mata anak autis. Kalau anak autis tidak bisa menatap mata orang lain, atau tidak bisa berkonsentrasi pada satu titik dalam waktu yang lama, sedangkan anak Indigo sebaliknya, mereka dengan berani menatap – sambil menganalisa karakter – orang dewasa di depan mereka, dan tingkat konsentrasinya terhadap sesuatu sangat tinggi untuk ukuran mereka. Sedangkan orang-orangan mata yang lebih besar menunjukkan kemampuan melihat makhluk gaib dan hal-hal yang tersembunyi lainnya dari dimensi-dimensi lain. Selain itu ada sebagian anak Indigo yang terlahir dengan mata agak sedikit jereng, baik ke tengah – ke arah hidung – atau ke luar.
Susunan gigi-geligi mereka biasanya terlihat rapi dan bagus, dan terasa sangat tajam apabila anda merasakan gigitannya. Pada usia bayi ketika mulai tumbuh satu dua gigi, mereka cenderung melakukan kegiatan gigit-menggigit yang lebih sering dan intensif.
Ada semacam tanda aneh yang mungkin ditemukan pada saat kelahirannya – dan mungkin terbawa sampai usia beberapa tahun. Tanda itu terdapat di dahi, di antara kedua mata, sedikit agak di atasnya. Tanda yang pada sebagian anak Indigo terlihat cukup jelas seperti bekas pukulan yang membekas dalam dengan warna agak gelap samar. Tanda ini seperti “mata ketiga” yang menampakkan dirinya secara fisik.
Demikianlah sedikit pengetahuan saya tentang ciri-ciri fisik anak Indigo, yang mungkin bisa membantu para orang tua dalam mengenali keindigoan pada anak-anak mereka, terutama sejak usia bayi (balita) hingga usia anak-anak. Ciri-ciri tersebut di atas bisa saja akan bertahan hingga usia dewasa, namun biasanya akan mengalami penurunan atau peningkatan sesuai perubahan perilaku dan emosi jiwa. Namun secara umum, ukuran kepala yang lebih besar, bentuk daun telinga, dahi dan kening yang lebar, dan tatapan mata akan bertahan hingga usia dewasa.