Tuesday, September 20, 2011

Merangsang Kecerdasan Buah Hati




Nutrisi otak dan stimulasi lingkungan adalah kunci mengembangkan kecerdasan.
Anak cerdas tentu dambaan setiap orang tua. Sebab, itu adalah modal tak ternilai bagi anak untuk mengarungi kehidupan. Beruntung kecerdasan yang baik ternyata bukan harga mati. Tahukah Anda bahwa perkembangan kecerdasan, kreativitas, dan perilaku si kecil sudah dimulai sejak dia berada dalam kandungan?
Menurut Dr Soedjamitko, SpA(K), bayi sudah belajar dari lingkungan tepatnya sejak kehamilan 6 bulan. “Ini bergantung pada kualitas fungsi otak bayi,” ujar Soedjamitko dalam acara Media Edukasi Peranan Nutrisi Ganglioside untuk Optimalkan Hubungan Antarsel Otak pada Bayi dan Balita di Jakarta, Senin lalu.
Kualitas fungsi otak bergantung pada banyaknya sel otak, percabangan sel otak (dendrite, axon), kuantitas dan kualitas synapse (hubungan antarsel otak, serta banyaknya neuro transmitter (zat yang pengaktif synapse) dan kualitas myelin.
Menurut pakar pertumbuhan dan perkembangan dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta, setiap bayi yang baru lahir memiliki 80-100 miliar sel otak. Namun, belum semua sel otak bayi saling terhubung. Untuk mendapatkan kualitas otak yang baik, sel otak bayi harus saling terhubung dan berkembang. Kekuatan dan jumlah hubungan baru antarsel saraf tersebut merupakan dasar untuk memorinya.
Makin banyak sel saraf yang terbentuk dan tersambung, makin besar kapasitas memori otaknya. Pengoptimalan hubungan antarsel tersebut dapat dilakukan melalui pemberian nutrisi untuk otak dan stimulasi dari lingkungan. Salah satu nutrisi vital yang dibutuhkan otak adalah ganglioside. Pemberian nutrisi dan stimulasi ini sebaiknya dilakukan sebelum bayi berumur 2 tahun. “Pasalnya, pada periode 0-2 tahun, pertumbuhan otak bayi sangat cepat,” ujar Soedjamitko.
Dr Paul McJarrow, PhD, peneliti senior dari Palmerston North, Auckland, Selandia Baru, memaparkan ganglioside adalah glycosphingolipids kompleks yang merupakan ceramides (keluarga jaringan molekul lemak) yang berikatan dengan karbohidrat. Ganglioside menyusun 10 persen total massa lemak otak dan terkonsentrasi di membran plasma sel-sel otak, terutama di ujung-ujung penghubung antarsel saraf dan cabang-cabang sel saraf (dendrite).
Ringkasnya, ganglioside punya peran vital di kepala. Konsentrasi tertinggi ada di area abu-abu otak, yakni otak besar dan cerebral cortex. Fungsinya untuk pertumbuhan dan perkembangan sel-sel saraf, meningkatkan percabangan sel-sel saraf dan hubungan antarsel, serta mengatur fungsi sel saraf, seperti pengiriman dan penyimpan informasi. Juga dibutuhkan buat membran sel pada cabang sel syaraf yang sedang tumbuh.
Ganglioside terdapat dalam air susu ibu (ASI), daging, telur, dan susu formula yang telah diformulasikan dengan ganglioside. Bayi yang beroleh ASI akan mengalami peningkatan pembentukan synapse dan perkembangan sel saraf.
“Pemberian ganglioside lewat makanan akan memacu kadarnya di otak,” kata Soedjatmiko. Namun, dia mengingatkan, kekurangan zat besi juga akan mempengaruhi kualitas otak dan mengakibatkan rendahnya kecerdasan dan keterampilan pemecahan masalah serta gangguan perilaku.
Selain nutrisi, stimulasi penting. Stimulasi dini sebaiknya dilakukan sejak bayi berusia 6 bulan di kandungan sampai usia 2 tahun. Stimulasi itu antara lain penuh kasih sayang serta permainan aktif saban hari yang bebas, diulang, dan bervariasi. Orang tua disarankan merangsang otak kanan dan kiri demi mengembangkan sensoris, motorik, kognitif, komunikasi (bahasa), kemandirian, dan kreativitas bayi. “Stimulasi seimbang itu untuk merangsang multikecerdasan mereka,” dia menambahkan. Nah, mari segera praktekkan. MARLINA MARIANNA
Jurus Jitu Menstimulasi Dini Bayi
1.. Rangsang dengan suara, misal dengan berbicara, menyanyi, membaca, serta gerakan dan rabaan.
2.. Mendongeng. Tujuannya, si kecil bisa berimajinasi demi menstimulasi otak kanan.
3.. Bermain mencocokkan gambar, mencoret, menggambar, dan merangkai. Fungsinya, anak belajar memecahkan masalah.
4.. Pola pengasuhan berpengaruh pada kepintaran, kreativitas, dan perilaku anak. Bocah yang terbiasa dilarang, dibatasi, kerap dihukum, dan tidak didengar cenderung kurang inisiatif dan komunikatif. Sebaliknya, bila kelewat permisif (serba boleh), dia bakal cenderung tak terkendali dan suka tak bertanggung jawab.
5.. Dengan penuh kasih sayang, kehangatan, kegembiraan, rasa nyaman dan aman, pemberian contoh–bukan dipaksa–dorongan, penghargaan, serta koreksi bila ia salah, anak akan lebih percaya diri, mandiri, serta kreatif.
6.. Stimulasi dini bisa dilakukan tiap kali berinteraksi, seperti ketika menyusui, menidurkan, memandikan, dan bermain. 
sumber : tempo

No comments:

Post a Comment